Gak Paham Bahasa Arab Itulah Masalahnya

Kita sejak lahir bukanlah orang arab sob jadi kita termasuk orang Ajam, atau orang diluar Arab, Sungguh bila kau cari negeri di mana dirimu benar-benar bebas dan ujian terbelalak di depan mata dan hati bahagialah sob engkau adalah warga negara Indonesia.

Kita sejak kecil telah diajari banyak hal dan akhirnya menciptakan sebuah tradisi, dari tradisi itulah kita mendapatkan iman warisan nenek moyang. Hingga akhirnya kita tak pernah bersemangat untuk tahu iman itu dari mana.

Lalu secara bodoh kita tak memulai beragama bukan dari adab dan akhlak namun kita terburu-buru dalam beramal dan menggunakan akal serta nafsu kita tanpa memegang kekuatan kitab suci yang sejatinya pedoman sejati.

Akhirnya kita makin tersesat dan bermain-main dalam kesesatan, mengira akan memperbaiki namun ternyata kita malah terus merusak dan melakukan berbagai kebodohan.

Akhirnya secara komplek orang yang tak memulai belajar agama dari akhlak dan adab maka akan banyak membuat kesalahan, karena dia hanya mengandalkan akal dan nafsu dirinya untuk membuat suatu kesimpulan.

Akhirnya pedomannya dia tinggalkan, padahal seharusnya pedoman itulah yang jadi pegangan untuk merumuskan kesimpulan, dan hanya mengikuti arus orang banyak yang juga mengikuti nenek moyang.

Apalagi negeri kita adalah negeri kebebebasan di mana semua pemikiran mansuia berkumpul menjadi Indonesia raya. Maka untuk menemukan yang sejati akan sangat sulit bahkan meninggalkan apa yang sudah menjadi kehidupan sehari-harinya.

Maka kata hijrah tak akan pernah terjadi, maka hanya berdoa terus menerus memohon jalan yang lurus yang harus terus diucapkan dan doakan agar Allah mau sejenak untuk menoleh pada kita, eh kamu yang gak mau tahu bahasa agamaku, baiklah kuberi kau tetesan hidayahku.

Maka sungguh hanya hidayah dari Allah lah kita akan tahu di maan letak kesalahan yang terjadi pada diri kita. Karena kebenaran itu bukan apa kata orang banyak, namun kebenaran itu apa kata Allah Yang Esa tak beranak dan diperanakkan.

Beberapa hari ini saya terus bersinggungan dengan hal keimanan akan Aqidah, namun sungguh meski dosaku menggalaksi semesta tak akan pernah kutukar apa yang kuyakini dengan rupiah-rupiah tercela hanya untuk mengakui kebenaran yang salah.

Karena Bilal terus mengatakan ahad walau ditindih batu, karena bilal sadar apa yang dia katakan dan dia paham dengan apa yang dia ucapkan dan konsekuensi dari apa yang telah dia ucapkan.

Maka sungguh generasi selanjutnya tak ada kata lain untuk belajar Akhlak dan Adab, belajar bahasa agamanya untuk tahu mana yang terlanjur salah dan mana yang murni dalam kebenaran.

Tidak paham dengan bahasa Arab dan acuh menolak untuk mempelajarinya maka dari situlah awal dari celakanya manusia, dia akan terombang ambing akan hidupnya di Indonesia ini yang negeri amat menggoda dengan berjuta kenikmatan dunia.

Bila riba tak membekap maka syahwat wanita dan nafsu harta pangkat yang akan menghalanginya untuk Pasrahkan diri pada Tuhan Yang Esa, dan Dia akan terus menerus menjadi hamba dunia.

Maka sungguh paham bahasa agama akan menajdikan diri seorang muslim akan kokoh, walaupun dia sendiri namun dia akan terus katakan ahadun, walau dia ditawari gunung emas dia akan tetap katakan ahadun..

Karena dia sadar bahwa dia lahir bukan dinegeri bahasa asli agamannya, maka untuk itulah bila dia ingin belajar dan paham agamanya tak ada kata lain untuk memahami apa yang Tuhan firmankan lewat bahasa Arab.

Sungguh orang yang telah kehilangan agama akan melihat kejayaan dan kemuliaan manusia dihadapannya dengan banyaknya harta pangkat dan rupa. Namun orang yang masih memegang teguh agamanya dia akan melihat kemuliaan manusia lainnya dari ilmu yang membuatnya Takut Pada Allah yang melekat pada dirinya.

Hanya celoteh kecil saat hari ini kubuktikan apa yang belum kubuktikan dan aku sadar ternyata dunia telah dirancang sedemikian rupa seperti ini, maka ku kan terus bersyukur atas nikmat ujian bernama negeri Indonesia, negeri yang ujiannya full terlimpah.

Seharusnya para pembuat cerita pembuat film, sadar bagaimana skenario dunia ini, dan seharunya karya-karya yang dibuat bukan untuk jadi anak buah sesat iblis namun seharusnya karya yang dibuat untuk keberkahan bersama bukan untuk keegoisan diri sendiri dan mencintai diri sendiri.

Advertisements

2 thoughts on “Gak Paham Bahasa Arab Itulah Masalahnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s