Awal Dari Durhaka Para Anak

wahai para orangtua

berikanlah pada kami para anak teladan kasih sayang

agar kami tak durhaka pada kalian, kami merindukan kasih sayang kalian lagi, tak ingatkah?? kalian curahkan kasih sayang kalian ketika kami masih bayi dulu, kami rindu kasih sayang kalian?? meski kami tak mengerti bahasa kalian, namun kami suka dengan kasih sayang kalian.

Tapi kini kami makin paham dan mengerti arti bahasa, hentikanlah tak bersyukur kalian yang penuh kufur saling bangga dengan dunia itu. Kami tak mengenal kasih sayang kalian lagi…

Apakah kalian sudah tak anggap kami bayi yang menggemaskan dan masih perlunya kasih sayang lagi.. wahai ayah dan bunda selama kami hidup kami akan terus bahagia bila mendapatkan kasih sayang kalian….

Sungguh bukankah pernikahan itu mulia… karena kalian berkumpul untuk saling bersyukur kepada Sang Esa atas nikmat karunia kasih sayang dan cinta…

atau apakah pernikahan hanya bertujuan untuk saling bertengkar??
saling merasa argumen paling benar
saling jatuhkan satu dengan yang lainnya

wahai orang tua bila kalian masih begitu
maka benar apa yang Nabi katakan, tanda kiamat akan banyak anak durhaka…

maka jangan salahkan para anak, kami hanya penonton pertunjukan wayang keluarga Indonesia

Karena kami hanya penonton yang menikmati adegan yang kalian suguhkan, jangan jadikan kami permbangkang… teruslah curahi kami kasih sayang agar kami mengerti ke mana kami arahkan haluan…

maka para orang tua tetaplah curahkan kasih sayang berapapun umur anak
tetaplah wayang itu kami tahu dari balik tirai

yang menampilkan keindahan keelokan dan keberanian
dalam bayang-bayang tak mengapa
namun kami yakin bahwa di balik tirai yang memainkan
ada para pejuang kehidupan dan kasih sayang

yang kami rela untuk ikuti jejak kalian untuk menikah
dan tak membuat ragu jiwa-jiwa muda yang ragu untuk melangkah..

maka orang tua yang suka bertengkar…

pertengkaran kalian adalah teladan kami
sulut api kecil dimulainya dari kalian sendiri

seorang anak akan durhaka pada orangtuanya…

Karena mereka paham bahwa pertengkaran kalian, adalah awal setan merasuk dalam dada, lantas buhul-buhul nafas Iblis sukses membuat kalian bertengkar

Padahal NMabi berpesan, jangan marahg..jangan marah..jangan marah

lantas kenapa kalian ajari kami marah??

Maka jangan ada pertengkaran setelah pernikahan…

Kalau pun itu pertengkaran
mainkanlah Goro-goro yang gayeeeng

agar kami sanggup lupakan pertengkaran itu
dan tak membekas pada jiwa-jiwa rapuh kami para anak Indonesia

yang lelah dimangsa peradaban yang cinta dunia dan takut mati ini….

wahai orangtua, Iblis bahagia ketika kalian berpisah…

dan akan makin bahagia ketika anak-anaknya tersesat lantas Durhaka kepada orangtuanya… maka jangan ajarkan durhaka kepada kami…

ajarilah kami cinta dan kasih sayang kalian, yang membuat kami ada di dunia dengan seizin Allah…

Wahai ayah dan Ibu, apakah kalian tak lelah bertengkar?? Kami lelah kami ingin pergi jauh dari kalian jika kalian terus saja bertengkar, maka jangan bertengkar wahai bapak dan ibu indonesia, jangan ada kemarahan dalam keluarga” kecil Indonesia…

atau para anak Indonesia ini akan pergi menjauh dari kasih sayang kalian dan tak percaya lagi dengan kalian.

Advertisements

4 thoughts on “Awal Dari Durhaka Para Anak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s